Jangan Menahan Kencing Kalau Tidak Ingin Terkena Penyakit ISK

Jangan Menahan Kencing Kalau Tidak Ingin Terkena Penyakit ISK, Kebiasaan Buruk Menahan Kencing Merupakan Salah Satu Faktor Pemicu Penyakit ISK!Menahan Kencing

Jangan Menahan Kencing Kalau Tidak Ingin Terkena Penyakit ISK

Jika sering menahan kencing dapat membahayakan kesehatan, salah satunya Infeksi saluran kemih (ISK).
Kondisi ini pernah dialami HJ, seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Palembang. Dia mengeluhkan sakit saat mengeluarkan berkemih serta kapasitas urin yang sedikit dan sering. “Seperti tidak tuntas kencingnya,” ujarnya mengawali perbincangan.

Pernah satu kali, lanjutnya, urin-nya mengeluarkan darah dan sakitnya luar biasa di bagian atas vagina. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dirinya mengalami ISK. “Kata dokter, jangan menahan kencing, dan jaga kebersihan vagina agar tidak berulang,” ucapnya.

Menanggapi keluhan HJ, dr Zulkhair Ali SpPD KGH FINASIM dari Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin Palembang, mengatakan, ISK terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri atau parasit lain disaluran kemih. Saluran kemih sendiri meliputi ginjal, saluran yang menghubungkan ginjal, kandung kemih, dan saluran kencing (uretra).

“Saluran kemih itu mulai dari muara uretra, kantung kemih sampai keatas hingga ke ginjal,” ujarnya.

ISK, lanjut dia, lebih sering terjadi pada wanita karena uretra wanita lebih pendek dibandingkan pria. Sehingga mudah terkontaminasi oleh kuman di vagina. “Sebenarnya hal normal jika ada kuman atau bakteri, tapi jika kuman dan bakteri tersebut sudah menjalar masuk dikantung kemih maka dapat terjadi infeksi saluran kemih,” terangnya.
Disamping memiliki saluran kemih yang pendek, hal lain yang juga menyebabkan wanita rentan mengalami ISK adalah karena faktor anatomi tubuh, yakni saluran kemih tersebut berada dekat dengan anus. “Difeses dan tinja itu banyak bakteri sehingga mudah sekali menular ke saluran kemih,” ungkap dr Zulkhair.

Menurutnya, penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan daerah kelamin. Diketahui muara uretra wanita terletak di depan vagina. Lokasi ini berdekatan juga dengan dubur. Akibatnya bakteri E. coli dari dubur dengan mudahnya berpindah ke uretra.

“Seorang wanita harus memperhatikan sanitasi dan kebersihan pada daerah sekitar kelamin. Kalau buang air baik buang air besar atau buang air kecil, harus dibasuh dengan air yang bersih. Tehnik membersihkannyapun harus dari depan kebelakang bukan dari belakang kedepan”terangnya.

Pencegahan lain, sambungnya, adalah dengan minum air putih yang cukup, dapat 8 sampai 10 gelas dalam sehari, jangan menahan kencing karena kalau sering menahan kecing komposisi urine tersebut dapat menyebabkan infeksi. Jika seorang wanita memiliki kelainan anotomi disaluran kemihnya atau ada batu maka harus segera diatasi.

“Sebaiknya hindari penggunaan larutan antiseptic atau pembersih vagina secara rutin karena bisa merusak PH vagina dan pada akhirnya kuman baik yang bertugas melawan infeksi di vagina bisa mati,” tutupnya.